Mungkin menjadi hal yang biasa bagi seorang penetas menjumpai embrio dalam telur mati pada umur dua minggu. Akan tetapi untuk pemula yang baru belajar menetaskan telur akan menjadi suatu tanda tanya, mengapa telur yang sudah jelas ada embrionya bisa mati? Berbagai anggapan dan tudingan akan muncul tanpa melakukan evaluasi apa yang telah dilakukan terhadap penetasan yang sedang berlangsung sehingga embrio yang sudah berumur dua minggu bisa mati. Perlu diketahui bahwa  selama 21 hari dalam mesin tetas, embrio dalam telur seharusnya terus berkembang secara normal setiap hari dan akhirnya nanti menjadi seekor anak ayam.
Selengkapnya...

Banyaknya permintaan dan pembelian mesin tetas pada usaha kami menjadi tanda tanya tersendiri bagi kami, untuk apa membeli mesin tetas?. Sebuah pertanyaan yang cukup mendasar akan tetapi kalau kita cermati ada rahasia tersembunyi di balik itu. Alasan mereka membeli mesin tetas sangat beragam, mulai dari yang ingin investasi kecil-kecilan, mau coba-coba menetaskan sendiri, membelikan orang tua biar ada kesibukan, sampai alasan karena ingin mengembangkan ternaknya. Untuk itu kami ingin menuliskan sedikit tentang usaha ini (menetaskan telur) walau usaha yang dijalankan dalam skala kecil.
Selengkapnya...

Profile Ayam Arab

Ayam arab merupakan ayam tipe petelur unggul karena kemampuannya bertelur yang cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur rata-rata 40 gram. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat sehingga kadang banyak orang yang tidak bisa membedakan mana telur ayam arab dan mana telur ayam kampung.
Selengkapnya...

Berbicara masalah kandang untuk ayam kampung mungkin masalah yang masih asing bagi kita, maklum system pemeliharaan ayam kampung selama ini masih bersifat umbaran (ekstensif). Yaitu ayam kampung dibiarkan tidur di mana saja yang penting masih terlihat pulang ke rumah. Padahal kalau kita sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan masalah kandang ayam kampung maka tidak mustahil banyak sisi manfaat yang akan kita dapatkan.
Selengkapnya...

Di waktu yang singkat ini perkenankan kami untuk ikut melengkapi artikel atau pengetahuan tentang cara beternak ayam kampung pedaging. Banyak sudah artikel dan makalah yang ditulis oleh pakar dan ahli dibidangnya dalam masalah ini akan tetapi mengingat anemo masyarakat untuk mengetahui cara beternak yang baik dan praktis maka kami meluangkan waktu untuk bisa menulisnya. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.
Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
Selengkapnya...

Seperti halnya hewan ternak yang lain bahkan manusia, ayam buras mempunyai karakter atau kebiasaan buruk yang bisa merugikan peternak. Kalau kebiasaan ini tidak segera diatasi maka tidak mustahil membawa dampak yang berlarut. Kebiasaan buruk ayam kampung tersebut antara lain sebagai berikut :
Kanibalisme
Kanibal adalah kebiasaan ayam yang saling mematuk dan bahkan memakan telurnya. Penyebab utama dari kanibalisme adalah sebagai berikut :
Selengkapnya...

Berbicara akan peluang bisnis dari komoditi ayam kampung rasanya tidak pernah habis dan selalu ada terobosan baru. Di antara macam bisnis yang bisa tercipta dari komoditi ini antara lain bisnis pengepul telur (telur tetas atau konsumsi), bisnis DOC (penetasan, suplayer, dan pembesaran), pengepul ayam siap potong, pakan, sampai jasa pemotongan ayam kampung. Itu semua tak lain karena karena komoditi ini masih menjadi primadona dan masih perlu adanya kajian lebih lanjut untuk pengembangannya.
Pada kesempatan kali ini kami menurunkan artikel dengan judul pemeliharaan indukan ayam kampung sebagai penghasil telur tetas karena kami melihat peluang ini belum digarap dengan maksimal. Banyak pembeli mesin tetas kami, para pengepul telur (konsumsi dan tetas) mengeluhkan akan susahnya untuk mendapatkan telur ayam kampung. Karena selama ini telur ayam kampung hanya dikumpulkan dari rumah ke rumah dan belum ada orang yang mengusahakan khusus secara besar-besaran. Padahal kalau dihitung-hitung masih lumayan untuk menambah pendapatan keluarga.
Selengkapnya...