Jadwal Kegiatan Penetasan

Telur masuk hari, tgl : ………………./ ………………….
Hari ke-
K e t e r a n g a n
1
Telur sudah dimasukkan, ventilasi ditutup rapat, temperatur 39 º C
2
Mesin tertutup rapat, suhu tetap
3
Dilakukan pemutaran telur sebanyak 3 kali (saran : pukul 7, 12, dan 19), suhu tetap
Selengkapnya...

Penetasan telur dengan mesin tetas akhir-akhir ini semakin populer. Hal ini disebabkan jumlah telur yang mampu ditetaskan bisa puluhan bahkan ratusan kali dengan cara penetasan alami. Dengan cara berkembangnya cara penetasan ini, seleksi telur tetaspun akan sangat menentukan berhasil tidaknya penetasan yang akan dilakukan. Harapannya adalah dari telur yang baik akan menghasilkan anak tetasan yang baik pula. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam seleksi telur tetas :Berat telur
Berat telur yang ditetaskan sangat berpengaruh terhadap anak yang akan di hasilkan. Pengalaman para pembibit menunjukkan bahwa telur-telur dengan berat kurang dari 40 gram atau lebih dari 45 gram memiliki daya tetas yang lebih rendah dibandingkan dengan telur yang memiliki berat antara 40-45 gram. Berat telur yang seragam akan menghasilkan anak hasil tetasan yang seragam pula. Biasanya, berat telur yang dihasilkan ayam memiliki grafik meningkat, seiring dengan bertambahnya umur, kemudian akan stabil setelah ayam berumur lebih dari 12 bulan. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh berat telur terhadap persentasi (%) daya tetas. Intinya pemilihan telur tetas sangat penting dilakukan sebelum penetasan berlangsung.
Selengkapnya...

Setelah telur dimasukkan ke dalam mesin tetas dan telah berlalu masa kritis pertama maka dilakukan pemeriksaan telur pada hari ke-4 atau ke-5. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi yang sudah berpengalaman. Mereka yang berpengalaman dapat mengidentifikasi telur hanya dalam sehari. Setelah telur diperiksa dengan teropong telur (egg candling) maka telur akan dapat dibedakan sebagai berikut :
Telur kosong
Keadaan di dalam telur tampak jernih, tanpa ada serabut-serabut urat, rongga udara tidak terdapat perubahan dan tidak tampak adanya kehidupan. Kuning telur. Telur dikeluarkan dari mesin tetas dan masih baik untuk dikonsumsi.
Selengkapnya...

Mesin penetas merupakan alat buatan manusia sebagai duplikat induk buatan. Cara kerja mesin ini sama persis tingkah laku induk betina selama mengerami telurnya. Akan tetapi alat ini mempunyai kelebihan yaitu mampu menetaskan telur dalam jumlah banyak pada saat dan waktu yang bersamaan. Akan tetapi ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus selama proses penetasan berlangsung, diantaranya :
Selengkapnya...

Mungkin menjadi hal yang biasa bagi seorang penetas menjumpai embrio dalam telur mati pada umur dua minggu. Akan tetapi untuk pemula yang baru belajar menetaskan telur akan menjadi suatu tanda tanya, mengapa telur yang sudah jelas ada embrionya bisa mati? Berbagai anggapan dan tudingan akan muncul tanpa melakukan evaluasi apa yang telah dilakukan terhadap penetasan yang sedang berlangsung sehingga embrio yang sudah berumur dua minggu bisa mati. Perlu diketahui bahwa  selama 21 hari dalam mesin tetas, embrio dalam telur seharusnya terus berkembang secara normal setiap hari dan akhirnya nanti menjadi seekor anak ayam.
Selengkapnya...

Banyaknya permintaan dan pembelian mesin tetas pada usaha kami menjadi tanda tanya tersendiri bagi kami, untuk apa membeli mesin tetas?. Sebuah pertanyaan yang cukup mendasar akan tetapi kalau kita cermati ada rahasia tersembunyi di balik itu. Alasan mereka membeli mesin tetas sangat beragam, mulai dari yang ingin investasi kecil-kecilan, mau coba-coba menetaskan sendiri, membelikan orang tua biar ada kesibukan, sampai alasan karena ingin mengembangkan ternaknya. Untuk itu kami ingin menuliskan sedikit tentang usaha ini (menetaskan telur) walau usaha yang dijalankan dalam skala kecil.
Selengkapnya...

Profile Ayam Arab

Ayam arab merupakan ayam tipe petelur unggul karena kemampuannya bertelur yang cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur rata-rata 40 gram. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat sehingga kadang banyak orang yang tidak bisa membedakan mana telur ayam arab dan mana telur ayam kampung.
Selengkapnya...